Sepanjang bekerja menggarap tanah
Kemarin
Saya banyak mengingat rekaman ceramah seorang kiai
Kiai itu bernama KH. Choer Affandy,
Almarhum
Ketika menerangkan pentingnya kasbul halal, atau berusaha mencari penghidupan yang halal
Dia katakan,
Bahwa berusaha mencari penghidupan yang halal
Harus bisa mengukur kemampuan diri
Menyesuaikan dengan kemampuan diri, jika memang kemampuan diri bertani
Jika memang yang bisa dilakukan hanya bertani
Maka bertani saja
Dan sungguh-sungguhlah dalam hal ini
Pak Kiai sendiri
Saat mulai tinggal di Manonjaya
Tempatnya kini membangun pesantren besar dengan jumlah santri ribuan
Awalnya tak punya tanah sejengkalpun
Dia pinjam tanah orang
Pematang kolam, dia lumuri lumpur, kemudian menanam bawang
Menanam terong
Ada lahan kosong punya orang, dia pinta buat disewa
Dia tanami, tak mengapa hasilnya nanti setengah buat dirinya, dan setengah lagi buat pemilik tanah
Yang punya tanah bahagia, dan Pak Kiai
Punya banyak makanan
Buat dirinya
Keluarganya, dan juga para tetangga
Dia sampaikan kepada orang, jika singkong telah dicabut, jangan langsung ditinggalkan, tapi potonglah pohonnya kemudian tanamkan lagi
Demikian juga talas
Pernah dari Jakarta dia mendapatkan kiriman belimbing, dan belimbing itu manis sekali, dia tanamkan bijinya
Jika makan jeruk, bijinya dia masukkan ke dalam amplop, untuk dia keringkan kemudian nanti ditanam
Benar-benar mendasar
Cara dia mengajarkan berusaha mencari penghidupan yang halal
Gunakan modal yang ada, lakukan apa yang mampu
Tidak usah pusing memikirkan orang lain bisa ini bisa itu, tidak usah memusingkan orang lain bisa ini bisa itu
Memang dengan berdadang rejeki bisa mengalir dengan mudah, namun menjual tanah untuk modal berdagang, menurut Pak Kiai, itu sebuah kebodohan, padahal tanah itu barang yang kuat, harganya terus naik, sedangkan dagang, ada untung ada rugi
Mencari Nafkah Sekemampuan
Posted by CB Blogger
Blog, Updated at: 16.26

0 komentar:
Posting Komentar