Bertani: Kesenangannya Lebih Besar dari Memakannya

Posted by


Bertani adalah kenikmatan.
Iya kenikmatan
Siapa saja menjalani pertanian, akan merasakan bagaimana nikmatnya bercocok tanam.
Alasan mengapa bercocok tanam nikmat, saya kira tak ada yang lebih kuat dari ungkapan "Karena memang sudah dijadikan oleh Allah bercocok tanam itu sebuah kenikmatan."
Bercocok tanam adalah satu dari sekian banyak kenikmatan yang diberikan Allah kepada manusia.

Sebagaimana bisa kita renungkan dalam suroh Abasa.
Dalam suroh itu Allah menyuruh manusia supaya memperhatikan makanannya
Dan memikirkan bagaimana makanannya itu bermula.
Mulai dari mengucurnya air dari langit, kemudian menjadikan bumi retak dan gembur, menumbuhkan darinya berbagai tanaman, sampai akhirnya Allah berfirman, bahwa tanam-tanaman itu sebuah kesenangan buatmu, buat saya, buat Anda.

Kesenangan di sana, bukan hanya kesenangan saat memakannya.
Akan tetapi termasuk juga, kesenangan saat menanam dan memanennya.
Bahkan jika dibandingkan, antara kesenangan saat menanam dengan kesenangan saat memakannya, menurut saya lebih besar kesenangan saat menanamnya.
Saya ambil contoh tanaman kangkung.
Jika dibandingkan antara kesenangan saat menanam kangkung dengan kesenangan saat memakannya,
Maka lebih besar kesenangan saat menanamnya.
Kesenangan saat memakannya hanyas sebatas lidah dan setelah itu, ngantuk datang menyerang lalu tertidur
Namun kesenangan saat menanamnya,
Adalah kesenangan menggerakkan badan menjadi lebih sehat
Kesenangan mnyaksikan, saat tanaman itu mulai berpucuk, dan kesenanga, melihat pemandangan hijau
Kesenangan mengasihi dan menyayangi. Yaitu mengasihi dan menyayangi tanaman itu dengan mengurusnya setiap hari, menyiangi dan membersihkannya dari rerumputan, juga membersihkannya dari berbagai hama. Kesenangan saat memanen hasilnya, dan kesenangan saat membagikan hasil panen itu kepada orang lain.

Kesenangan yang luar biasa besar
Yang akan terus kita nikmati, sampai waktu yang ditentukan

Seringkali dulu saya bertanya
Mengapa padahal ibu tani dan bapak tani itu belepotan lumpur, diterpa sinar matahari sampai wajah mereka jadi coklat, tangan mereka kering dan kaki belah-belah, namun masih tetap juga rajin menjalani pertaniannya, dari hari ke hari, dari musim ke musim.

Setelah saya sendiri coba
Ternyata bercocok tanam ini satu kenikmatan
Setelah seharian kemarin lelah membuka lahan, dari pagi hingga sore,
Sekarang, rasanya ingin lagi ke sana, membuka lahan baru untuk persemaian lainnya
Sayangnya ini hari senin,
Tugas kantor menunggu, dan saya
Harus pergi rapat ke sekolah induk entah rapat apa


Blog, Updated at: 05.54

0 komentar:

Posting Komentar